Artikel ini membahas pengertian, prinsip pengelolaan, dan cara kerja reksa dana syariah. Yuk cari tahu sebelum memutuskan membelinya!
Reksa dana syariah adalah produk investasi yang dikelola sesuai prinsip syariah Islam, di mana dana investor ditempatkan pada instrumen yang halal dan bebas dari unsur riba, gharar, serta maysir.
Seluruh proses pengelolaan, mulai dari pemilihan aset hingga mekanisme imbal hasil, mengacu pada ketentuan syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
Instrumen investasi dalam reksa dana syariah umumnya mencakup saham syariah, sukuk, dan instrumen pasar uang syariah yang telah masuk dalam daftar efek syariah.
Dari sisi risiko dan potensi keuntungan, reksa dana syariah memiliki karakteristik yang sebanding dengan reksa dana konvensional, perbedaannya terletak pada penyaringan aset dan cara pengelolaannya agar tetap sesuai dengan prinsip syariah.
Baca juga: Mengenal Cara Kerja Reksa Dana sebagai Instrumen Investasi
Prinsip Reksa Dana Syariah
Reksa dana syariah punya beberapa perbedaan dibanding jenis reksa dana lainnya. Perbedaan itu lantaran reksa dana syariah punya prinsip-prinsip yang harus dipatuhi. Apa saja? Berikut prinsip-prinsip tersebut.
1. Bebas Riba
Reksa dana syariah tidak menggunakan mekanisme bunga atau riba dalam pengelolaan investasinya. Imbal hasil diperoleh melalui skema yang sesuai syariah, seperti bagi hasil atau pendapatan sewa dari aset yang dikelola.
Prinsip ini memastikan bahwa keuntungan yang diterima investor berasal dari aktivitas usaha nyata, bukan dari praktik riba yang dilarang dalam Islam.
2. Terhindar dari Gharar
Setiap transaksi dalam reksa dana syariah dilakukan secara transparan dan jelas, baik dari sisi akad, objek investasi, maupun pembagian hasilnya.
Investor tahu ke mana dananya ditempatkan serta risiko yang mungkin muncul. Dengan begitu, reksa dana syariah menekankan kepastian dan keadilan dalam setiap transaksi.
3. Tidak Mengandung Maysir
Pengelolaan dana dilakukan secara profesional dan berbasis analisis, bukan spekulasi atau perjudian. Reksa dana syariah tidak mengejar keuntungan instan dengan risiko ekstrem.
Prinsip ini membuat investasi pada reksa dana syariah jadi lebih terukur dan sejalan dengan tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang.
Baca juga: Alasan Gen Z Tertarik Investasi Reksa Dana Syariah
4. Investasi pada Aset Halal
Dana investor hanya ditempatkan pada instrumen dan sektor usaha yang sesuai prinsip syariah, seperti saham syariah, sukuk, dan pasar uang syariah.
Sektor yang bertentangan dengan nilai syariah—misalnya alkohol, perjudian, dan jasa keuangan berbasis bunga—secara otomatis dikecualikan. Penyaringan ini memberikan rasa aman dan tenang bagi investor.
5. Diawasi Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Setiap reksa dana syariah berada di bawah pengawasan DPS yang bertugas memastikan seluruh aktivitas pengelolaan sesuai ketentuan syariah.
DPS melakukan evaluasi secara berkala terhadap portofolio dan proses investasi. Peran ini menjadi pembeda utama dibanding reksa dana konvensional.
6. Pemisahan Dana Non-Halal
Jika dalam praktik terdapat pendapatan yang tidak sepenuhnya sesuai syariah, dana tersebut wajib dipisahkan dan tidak dibagikan kepada investor.
Proses ini dikenal sebagai cleansing atau pemurnian dana. Dengan mekanisme ini, hak investor tetap terjaga dan investasi tetap berada dalam koridor syariah.
Baca juga: Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal yang Perlu Dipahami
Reksa Dana Syariah Beli di Mana?
Reksa dana syariah cocok untuk investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, khususnya mereka yang menghindari unsur riba, gharar, dan maysir dalam pengelolaan keuangan
Selain itu, reksa dana syariah juga sesuai bagi investor pemula hingga berpengalaman yang menginginkan investasi transparan dan terstruktur.
Sama seperti reksa dana lain, reksa dana syariah ditawarkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). APERD ini terdiri dari bank, perusahaan asuransi, perusahaan sekuritas, dan perusahaan lain yang terdaftar.
OCBC sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia turut menawarkan reksa dana syariah kepada nasabahnya. Salah satu keuntungan beli reksa dana di OCBC adalah penempatan dana cukup kecil, mulai dari Rp10 Ribu.
Sebelum investasi reksa dana syariah, pastikan kamu sudah punya Single Investor Identification (SID). Kabar baiknya, kamu juga bisa membuat SID langsung di OCBC mobile, dengan cara sebagai berikut:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik Reksa Dana. Jika belum punya SID kamu akan diarahkan untuk membuat terlebih dulu
- Isi data diri dan lengkapi dokumen yang diminta
- Lengkapi profil risiko dengan jawab pertanyaan
- Klik Lanjut, dan SID akan diproses selama 3 hari
Setelah SID jadi, kamu bisa langsung membeli reksa dana syariah yang sesuai dengan profil risikomu. Berikut caranya:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, lalu pilih Reksa Dana
- Pilih Reksa Dana Syariah yang tersedia
- Lengkapi data diri
- Periksa detail produk, lalu klik Pesan
- Masukkan nominal pembelian
- Periksa ringkasan pembelian
- Masukkan PIN transaksi
- Pembelian produk investasi berhasil
Aplikasi OCBC mobile tidak hanya memudahkan kamu dalam melakukan transaksi harian seperti transfer atau pembayaran saja, melainkan juga membantu meraih #FUNanciallyFIT dengan pilihan investasi yang lengkap.
Kamu nggak usah khawatir soal keamanan. Pasalnya, transaksi di OCBC mobile juga sudah dijamin keamanannya.
Setiap transaksi dilindungi Two-Factor Authentication (2FA) dengan penggunaan User ID, Password, serta PIN transaksi yang hanya diketahui oleh kamu sebagai pengguna.
Download OCBC mobile sekarang juga untuk menikmati kemudahan transaksi apapun dalam genggaman!
Baca juga: 10 Cara Mengatasi Masalah Keuangan yang Memusingkan, Simak!