Setiap perjalanan karir memiliki momen di mana satu keputusan “ya” membuka pintu ke peluang yang lebih besar. “Yes Moments” adalah seri blog yang merayakan pilihan-pilihan tersebut—yang membentuk arah dan perjalanan profesional seseorang.
Lidya memulai karirnya di dunia perbankan setelah lulus dengan gelar Arsitektur. Tertarik dengan visi dan komitment OCBC yang berorientasi pada masa depan dalam mengembangkan talenta muda, Ia memutuskan untuk bergabung dengan Graduate Talent Programme pada 2017 — mengawali perjalanan yang dibentuk oleh pembelajaran dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Temukan bagaimana langkah karir yang penuh makna membawanya memimpin berbagai inisiatif transformasi digital, hingga kini berperan sebagai Head of Digital Growth & Acceleration di OCBC Indonesia.
Lulus dengan latar belakang Arsitektur, saya tidak pernah membayangkan akan memulai karir di dunia perbankan. Namun di tengah percepatan transformasi digital di region ini, OCBC menarik perhatian saya melalui visi inovasi yang kuat serta komitmen dalam mengembangkan talenta muda.
Yang membuat saya tertarik adalah peluang untuk membangun solusi yang benar-benar berdampak pada kehidupan finansial sehari-hari. Meskipun tidak memiliki latar belakang keuangan, saya memutuskan untuk mengatakan “ya” dan menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital OCBC.
Bergabung dengan Graduate Talent Program menjadi “Yes Moment” pertama saya — sebuah keputusan untuk terus belajar, menjalani mentorship, dan berkontribusi dalam membentuk pengalaman perbankan bagi nasabah maupun bisnis.
Program ini memberikan exposure ke berbagai fungsi di dalam bank. Setiap rotasi membantu saya memahami bagaimana teknologi, proses operasional, risiko, dan produk saling terhubung dalam ekosistem perbankan.
Membangun Fondasi: Perencanaan Keuangan
Rotasi pertama saya berada di Retail Business Development, di mana saya terlibat dalam pengembangan awal fitur Life Goals pada OCBC Mobile. Fitur ini dirancang untuk membantu nasabah merencanakan tujuan keuangan — seperti pendidikan, properti, atau investasi jangka panjang, dan menghubungkannya dengan produk Wealth yang relevan.
Sebagai seseorang tanpa latar belakang keuangan, proses ini cukup menantang. Saya harus cepat memahami istilah perbankan, produk finansial, instrumen investasi, serta bagaimana profil risiko nasabah diterjemahkan menjadi solusi keuangan.
Pengalaman ini membuka perspektif saya tentang bagaimana teknologi digital dapat membantu nasabah secara nyata dan personal. Di balik setiap fitur, selalu ada kebutuhan, keputusan, dan perjalanan nasabah yang perlu dipahami.
Memahami Transformasi Skala Besar: Transformasi Pengalaman Perbankan melalui Kantor Cabang
Pada rotasi berikutnya di Network Management Division, saya terlibat dalam inisiatif transformasi cabang di OCBC Indonesia. Tujuannya adalah mengubah konsep cabang tradisional menjadi lebih nyaman dan terbuka, sehingga memungkinkan percakapan yang lebih mendalam antara Relationship Manager dan nasabah.
Keterlibatan dalam inisiatif ini membuat saya menyadari betapa kompleksnya proses untuk menerapkan perubahan terhadap suatu hal dalam organisasi berskala besar. Transformasi bukan hanya tentang ide yang baik, tetapi juga tentang koordinasi lintas tim, ketelitian dalam eksekusi, dan keselarasan antara berbagai pihak untuk mewujudkan visi bersama.
Hingga saat ini, pengalaman tersebut begitu berkesan dan membentuk pandangan saya akan transformasi — bukan hanya sekedar suatu gagasan, melainkan sesuatu yang membutuhkan kedisiplinan, kolaborasi, dan kegigihan untuk mewujudkannya bersama-sama.
Membangun Platform Digital Pertama
Rotasi terakhir saya di program ini menjadi salah satu titik penting dalam karir saya. Saya bergabung sebagai Product Owner untuk RM Mobile — platform yang membantu relationship manager melayani nasabah dengan lebih efektif, khususnya untuk aktivitas acquisition dan cross-selling.
Pada saat itu, RM Mobile masih berada dalam tahap pengembangan awal. Membangun platform ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang merancang pengalaman pengguna, menentukan roadmap, serta memahami produk dan proses operasional perbankan.
Banyak momen di mana saya harus belajar sambil berjalan. Terkadang, terdapat beberapa saat ketika saya belum memiliki jawaban dan perlu mencari jalan keluar dari suatu masalah satu per satu. Namun dukungan dari para pemimpin dan rekan tim yang menjalankan project ini, membuat proses ini terasa lebih ringan dan kolaboratif. Kami bersama-sama mengembangkan ide, memecahkan masalah, dan memastikan setiap progres dapat terealisasi.
Di sinilah saya mulai memahami arti kepemimpinan: bukan berada di atas tim, tetapi berjalan hingga garis akhir bersama dengan tim.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi saya adalah melihat sesuatu yang berasal dari ide yang sederhana berkembang menjadi sebuah produk yang dapat dimanfaatkan oleh para Relationship Manager saat berhadapan dengan nasabah. Sesuatu yang berawal dengan gagasan perlahan-lahan berubah menjadi bagian dari alat yang digunakan sehari-hari.
Mengatakan “ya” pada kesempatan itu menjadi salah satu pengalaman yang menjadi batu loncatan pada masa-masa awal perjalanan karir saya.
Memperluas Pengalaman Digital
Setelah itu, saya beralih ke Web Onboarding — platform yang memungkinkan nasabah membuka rekening secara digital. Pengalaman ini berbeda dengan RM Mobile. Jika RM Mobile berfokus pada layanan yang didampingi Relationship Manager, Web Onboarding memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan proses secara mandiri.
Melalui platform tersebut, berbagai fitur baru seperti e-KYC dan digital payroll onboarding, yang kemudian menerima pengakuan atas perannya dalam memperkuat kapabilitas Bank dalam hal digital onboarding.
Pengalaman ini memperluas perspektif saya bahwa transformasi digital bisa hadir dalam berbagai bentuk — baik untuk mendukung para front-liner maupun memberikan kemudahan langsung kepada nasabah. Bagaimana pun, tujuannya tetap sama: membuat layanan perbankan lebih sederhana, mudah diakses, dan lebih bermakna.
Memahami Operasional Lapangan
Peran berikutnya di One Web — platform internal untuk karyawan di seluruh Bank, khususnya para Service Advisor di kantor cabang. Melalui One Web, saya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas operasional di cabang serta bagaimana tim front-line mengelola berbagai proses sembari melayani nasabah sehari-hari.
Melihat kondisi lapangan secara langsung, saya semakin mengapresiasi layanan perbankan. Saya diingatkan kembali bagaimana solusi digital dapat menyederhanakan proses operasional, dan pada akhirnya meningkatkan pengalaman nasabah.
Pengalaman ini juga membantu saya untuk menghubungkan product thinking dengan kondisi lapangan — menegaskan kembali bahwa solusi yang baik tidak sekedar berkelas dalam desain, tetapi juga praktis saat diterapkan.
Belajar Memimpin
Pada 2023, saya mengatakan “ya” untuk mengambil peran sebagai People Manager dan memimpin tim, dengan 5 anggota, yang mengelola platform digital utama yang mendukung assisted banking channels, seperti RM Mobile dan One Web.
Perubahan ini menuntut perubahan mindset — dari fokus pada kontribusi pribadi menjadi bagaimana mendukung tim untuk berkembang dan memberikan performa terbaik.
Saya belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang memiliki semua jawaban, tetapi tentang menciptakan lingkungan di mana orang lain bisa berkembang.
Melihat Dampak dari Perspektif Bisnis
Pada 2025, setelah bertahun-tahun membangun platform digital di berbagai fungsi Bank, saya mengatakan “ya” untuk bertransisi ke fungsi bisnis. Melalui peran terkini saya di Digital Growth & Acceleration, fokus saya tidak lagi hanya membangun solusi, tetapi juga memastikan dampak bisnis melalui penerapan, engagement, dan pertumbuhan.
Pengalaman ini membuat saya tersadar bahwa memasuki ruang bisnis berarti saya bukanlah sosok yang paling kompeten secara teknis. Seiring berjalannya waktu, saya belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang mengetahui detail dari setiap hal, melainkan tentang membawa sekumpulan orang yang tepat, menyatukan perspektif, dan memastikan tim tersebut bergerak ke arah yang benar.
Peran ini mengajarkan bahwa transformasi bukan sekadar membangun solusi, tetapi memastikan solusi tersebut benar-benar memberikan nilai yang bermakna.
Membangun Relasi dan Memberi Dampak
Di luar pekerjaan, saya juga mendapatkan kesempatan untuk membangun relasi, baik melalui pertemuan sederhana dengan rekan kerja maupun beraktivitas bersama di luar kantor. Pengalaman ini memberikan saya pamahaman bahwa karir juga dibentuk oleh relasi yang dibangun saat menjalaninya.
Saya juga berkesempatan untuk berkontribusi kepada masyarakat, termasuk melalui inisiatif OCBC Cares seperti Desaku Terang yang menghadirkan energi surya ke desa yang membutuhkan. Melihat dampak dari perubahan tersebut, saya kembali berpikir bahwa transformasi harus selalu mempertemukan kebutuhan dengan solusi yang nyata dan sesuai.
Pengalaman ini mengingatkan bahwa kemajuan akan bermakna ketika memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Refleksi
Sepanjang perjalanan ini, saya banyak belajar dari berbagai perspektif—mulai dari operasional hingga strategi. Dukungan dari mentor, pemimpin, dan rekan kerja juga memainkan peran penting dalam membentuk cara saya berpikir dan bekerja.
OCBC adalah tempat di mana pembelajaran, komunitas, dan keberlanjutan berjalan beriringan. Saya terus berkembang, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan solusi yang berdampak bagi nasabah dan organisasi.
Setiap perjalanan dimulai dari sebuah pilihan. Kapan terakhir kali Anda mengatakan “ya”?
Opportunity Starts Here.